PD FSP RTMM SPSI Provinsi Jawa Timur Kukuhkan Biro Peranan Wanita
Bertempat
di hotel Tanjung Plaza, Tretes, Prigen, Pasuruan, pada 30 November 2018, Pimpinan
Daerah Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman – Serikat Pekerja
Seluruh Indonesia (PD FSP RTMM – SPSI) Provinsi Jawa Timur kukuhkan Biro
Peranan Wanita untuk masa bhakti 2018 - 2021.
Pengukuhan
kepengurusan Biro itu sendiri diadakan pada rangkaian acara Diklat Pekerja
Wanita PD FSP RTMM – SPSI Provinsi Jawa Timur.
Dalam
sambutannya, Ketua Panitia Diklat, Suriati, S.H. memaparkan bahwa tema kegiatan
tersebut adalah MEWUJUDKAN KEADILAN GENDER DALAM DUNIA INDUSTRI, MEMBUMIKAN PRODUKTIVITAS
DI ERA MILLENIAL.
“Hak-hak
perempuan dibangun secara bertahap melalui perjuangan yang berat dan dipimpin
perempuan di berbagai belahan dunia. Perjuangan terjadi dalam berbagai konteks
berkaitan dengan berbagai realitas ekonomi, politik, sosial. Pada akhir Perang
Dunia ke 2 perempuan membuat kemajuan penting dalam upaya agar suara perempuan
di dengar,” ungkap Suriati saat memaparkan sudut pandang diadakannya kagiatan
tersebut.
Perempuan
yang lekat dengan hijab dan kacamata itu mengungkapkan lebih lanjut, “Perlu
diketahui pada tahun 1951 ILO menjadi ujung tombak dalam menetapkan perjanjian
antar negara yang menjamin pemberian upah yang sama bagi laki-laki dan
perempuan. Pengaruh kesetaraan gender dalam pengembangan karir perempuan,
proses industrialisasi dan kemajuan teknologi informasi membawa dampak pada
perubahan sosial pada peranan perempuan dalam keluarga dan masyarakat, jumlah
kaum perempuan yang bekerja di luar rumah semakin membumi.” Tegasnya.
“Fenomena
meningkatnya jumlah perempuan bekerja didorong oleh negara lewat konsep mitra
sejajar laki-laki dan perempuan dalam GBHN. Dimana diharapkan perempuan lebih
banyak berpartisipasi dalam pembangunan dan peningkatan dalam pemberdayaan
perempuan tidak saat ini saja, tapi juga untuk masa depan.” Pungkas Suriati
yang akhirnya terpilih sebagai Koordinator Biro Peranan Wanita PD FSP RTMM –
SPSI Provinsi Jawa Timur.
Kegiatan
kali ini diikuti sebanyak 50 peserta yang berasal dari 16 Kabupaten di Jawa
Timur, dengan rincian sebagai berikut:
No.
|
PC Kab.
Kota
|
Kuota
Peserta
|
Realisasi
|
1.
|
Kota
Surabaya
|
7
|
5
|
2.
|
Kab.
Sidoarjo
|
7
|
7
|
3.
|
Kab.
Pasuruan
|
5
|
6
|
4.
|
Kab.
Probolinggo
|
2
|
2
|
5.
|
Kab.
Gresik
|
2
|
2
|
6.
|
Kab.
Mojokerto
|
3
|
2
|
7.
|
Kab.
Jombang
|
3
|
3
|
8.
|
Kab.
Bojonegoro
|
4
|
6
|
9.
|
Kab.
Malang
|
3
|
3
|
10.
|
Kota
Malang
|
2
|
2
|
11.
|
Kab.
Pacitan
|
2
|
2
|
12.
|
Kab.
Lamongan
|
2
|
2
|
13.
|
Kab. Tuban
|
2
|
-
|
14.
|
Kab. Ngawi
|
2
|
4
|
15.
|
Kab.
Nganjuk
|
2
|
2
|
16.
|
Kab.
Madiun
|
2
|
2
|
TOTAL
|
50
|
50
|
|
Dihadiri
Ketua Umum Pimpinan Pusat FSP RTMM – SPSI, Sudarto, kegiatan yang diadakan
dalam rangkaian acara Diklat Pekerja Wanita itu akhirnya berhasil mengukuhkan struktur Biro Peranan Wanita sebagai berikut:
Koordinator:
Suriati,
S.H.
Anggota:
Peni
Rahayu, S.T; M.MT.
Sukemi
Muklisah
Siti
Uminatun
Istichana
Rusiati
Oktavia
M.P.
Nampak
hadir juga di deretan meja undangan, seluruh Ketua Pimpinan Cabang FSP RTMM –
SPSI Ring 1, yaitu dari Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten
Gresik, Kota Surabaya, dan Kabupaten Mojokerto.
Keesokan
harinya, 1 Desember 2018, masih di tempat yang sama, sebanyak 50 peserta Diklat
Pekerja Wanita dibekali materi Wirausaha. Produksi aneka jajanan berskala Usaha
Kecil Mikro menjadi pilihan pemateri dari Pimpinan Daerah.
Puluhan
peserta nampak antusias mengikuti praktek langsung pembuatan kue Bakpao, Donat,
dan Ote-Ote Porong (Hay Chi). Bertindak sebagai instruktur, aktivis buruh
senior yang juga pengurus PD FSP RTMM – SPSI Provinsi Jawa Timur, S.M. Anto,
S.H.
Selama
empat jam, ratusan jajanan berhasil dibuat oleh peserta. Dengan raut penuh
kegembiraan karena mendapatkan pengalaman baru, secara beramai-ramai mereka
menyantap jajanan buatan sendiri, sebagian lagi dibuat oleh-oleh seluruh peserta.
Dalam
pidato penutupan acara, Ketua PD FSP RTMM – SPSI Provinsi Jawa Timur, Ir.
Purnomo mengharapkan agar seluruh peserta Diklat bisa menyerap sekaligus
menerapkan materi Wirausaha yang telah mereka dapatkan.
“Sepulang
dari kegiatan ini, saya harapkan kalian bisa mencoba membuka usaha kecil dengan
bekal yang sudah diberikan pemateri dari PD tadi,” ungkap lelaki yang akrab
dipanggil Mbah Pur itu.
Senada
dengan Ketua PD, Ketua Umum PP PD FSP RTMM – SPSI, Sudarto juga mengungkapkan
apresiasianya atas kegiatan pelatihan Wirausaha. “Kegiatan ini sangat positif,
khususnya bagi pekerja wanita. Ke depan, saya harapkan bisa ditiru oleh
pengurus lain di seluruh penjuru nasional.”
Rangkaian
kegiatan Pengukuhan Biro Peranan Wanita dan Diklat Pekerja Wanita akhirnya
resmi ditutup oleh Ketua Umum PP PD FSP RTMM – SPSI.























0 komentar: